Penghayat Kêjawen Dan Kalender Tahun Baru Jawa Sura

Penghayat Kêjawen Dan Kalender Tahun Baru Jawa Sura - Bagi yang mengaku sebagai penghayat Kêjawen, memang sepatutnya merayakan pergantian tahun baru Jawa pada 1 Sura (Baca : Suro)

Kalender Jawa memang dibuat bagi para penghayat Kêjawen. Sebuah kalender yang mengadopsi kalender Hijriyyah Islam dan kalender Śaka Majapahitan. Diciptakan oleh Ingkang Sinuwun Kangjêng Sultan Agung Prabu Anyakrakusuma, Raja Mataram ke III bertepatan pada tahun 1625 Masehi. Hitungan kalender Jawa tidak dimulai dari tahun ‘0’ namun meneruskan hitungan tahun Saka yang pada waktu itu menginjak tahun 1547 Śaka. Sehingga tahun ‘0’ pada kalender Jawa langsung meloncat menjadi ‘1547.' Basis perhitungan yang semula menghitung peredaran matahari diubah menjadi menghitung peredaran bulan sebagaimana tahun Hijriyyah Islam.

Sebenarnya kalender Jawa adalah kalender Hijriyyah Islam Jawa. Dipergunakan bagi kepentingan pengikut Islam Jawa alias Kêjawen. Jika Anda mengaku sebagai penghayat Kêjawen namun menolak mengakui bahwa Kêjawen adalah Islam Jawa, maka jangan mengadakan ritual apapun pada setiap bulan Sura. Sebab segala ritual pada bulan Sura adalah ritual milik orang Islam Jawa alias Kêjawen.

Jika Anda mengaku sebagai penghayat Kêjawen namun kurang cocok dengan Islam, maka jangan menyebut diri Anda sebagai Kêjawen. Lepas identitas Anda sebagai Kêjawen. Sebut diri Anda sebagai penghayat Jawa Buda saja, yaitu ajaran yang berkembang pada masa Majapahit. Atau sekalian lebih tua lagi, penghayat Jawadipa, yaitu ajaran asli tanah Jawa.

Semoga tulisan Penghayat Kêjawen Dan  Kalender Tahun Baru Jawa Sura diatas bisa menambah wawasan Anda, dalam mendalami Kêjawen dan tahun baru sura.

Klik disini untuk membaca artikel menarik lainnya.

0 Response to "Penghayat Kêjawen Dan Kalender Tahun Baru Jawa Sura"

Post a Comment